Memang hingga
sekarang belum
ada penegasan
bahwa band yang
mengusung genre
musik Melayu,
ST12, bubar.
Namun di beberapa
kesempatan, grup
yang digawangi
oleh Charly,
Pepeng dan
Pepep ini sering
terlihat tak full
team saat tampil.
Pepep, sang
drummer selalu
absen ketika ST12
manggung.
Begitu pun ketika
ST12 mengisi
acara Dahsyat di
RCTI, Rabu (16/3),
Pepep tidak hadir.
Meski Charly dan
Pepeng selalu
menampik adanya
konflik di antara
para personil ST12.
Tapi ketika
disinggung soal
ketidakhadiran
Pepep hari ini,
tersirat adanya
nuansa konflik dari
jawaban Charly.
"Pepep? Masalah
ini sih jangan tanya
ke kita, tanya ke
manajemen
langsung, kita asik-
asik saja. Pasti ada
alasan kalau
Pepep ada hal
yang enggak bisa
ditinggalin, coba
tanya
manajemennya
saja. Alhamdulillah
kita masih bisa
berjalan. Minta
doanya kalau ST12
bisa jalan," jelas
Charly di Studio
RCTI, Kebun Jeruk,
Jakarta Barat,
Rabu (16/3).
Charly pun
mengakui kalau
dalam sebuah
band, khususnya
ST12, masing-
masing personil
memiliki ego dan
terkadang ego
tersebut bisa jadi
pemicu terjadinya
konflik internal.
"Ego itu
permasalahan
kehidupan. Semua
manusia punya
ego, tapi
bagaimana kita
menekan ego itu.
Bagaimana caranya
kita bisa
mengukur,"
pungkasnya. (kpl/
hen/bun)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Sahabat setia koment ea